PANDUAN DAN CONTOH MEMBUAT NASKAH VIDEO PEMBELAJARAN

 

DAFTAR ISI

 

 

 

Halaman

 

 

 

 

Daftar Isi              ……………………………………………………  i

 

 

 

I.  Pendahuluan        …………………………………………….  1

 

II. Tata Istilah dalam Pengambilan Gambar    …………………  3

 

1.  Tujuan   ……………………………………………………  3

 

2.  Uraian   ……………………………………………………  3

 

3.  Tugas    ……………………………………………………  7

 

III. Bentuk Fisik Naskah    ……………………………………… 8

 

1.  Tujuan   ……………………………………………………  8

 

2.  Uraian   ……………………………………………………  8

 

3.  Tugas    ……………………………………………………  9

 

IV. Tata Tulis Naskah        ……………………………………… 10

 

1.  Tujuan   ……………………………………………………  10

 

2.  Uraian   ……………………………………………………  10

 

3.  Tugas    ……………………………………………………  12

 

V. Contoh Model Naskah  ……………………………………… 13

 

1. Tujuan …………………………………………………… 13
2. Uraian …………………………………………………… 13
3. Tugas …………………………………………………… 36

 

 

 

Glosarium   …………………………………………………………..  37

 

Daftar Pustaka     ……………………………………………………  ii

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Donald  L.  MacRae,  Michael  R.  Montly,  1973.  Television  Production

 

Workshop. Canada.

 

Purwanto,  1998.  Pelatihan  Lokakarya  Pengembangan  Bahan  Belajar

 

Mandiri/Modul. Jakarta.

 

P. C. S. Sutisno, 1993. Pedoman Praktis Penulisan Skenario televisi dan video. Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

I. PENDAHULUAN

 

 

 

Apa yang anda ingin pelajari ?

 

 

 

Modul ini ditujukan bagi anda yang sedang mempelajari cara penulisan Naskah Video.Cakupan Modul berjudul Penulisan Naskah Video ini meliputi pengetahuan, dan keterampilan oleh karena itu disamping diuraikan konsep-konsep, diberikan pula contoh-contoh serta latihan. Topik yang dibahas antara lain tentang tata istulah dalm naskah video, prinsip-prinsip penulisan naskah video, macam-macam format program video ,dan berbagai model naskah video.

 

 

Manfaat apa yang anda peroleh ?

 

 

 

Pembahasan modul ini difokuskan pada tahap pengembangan naskah, khususnya pada tahap proses penulisan, dan format  naskah. Uraian yang akan diberikan akan dapat membimbing anda penulis atau calon pembuat naskah agar mampu merancang dan mendesain suatu naskah yang baik dan tepat dalam naskah yang akan atau sedang ditulis. Setelah anda mempelajari modul ini diharpkan anda dapat Membuat Naskah Video dengan segala macam prosedur yang benar agar dapat memberikan hasil yang optimal.

 

Bagaimana anda Belajar ?

 

 

 

Mempelajari modul ini akan lebih baik apabila anda sedang Merencanakan atau Menyusun Suatu Naskah Video apa saja untuk dapat     diproduksi.   Apabila       anda          mengalami   kesulitan ragu   untuk menanyakan kepada teman yang lebih tahu. Pengalaman brlatih akan membimbing anda untuk mampu menghasilkan Naskah yang tepat dan menarik untuk diproduksi.

Selamat Belajar

 

 

1. Tujuan.

 

Setelah anda mempelajari bagian ini diharapkan anda dapat menyebutkan dan menggunakan tata istilah dalam penulisan Naskah Video.

2. Uraian.

 

Bagi anda yang melakukan kegiatan penulisan Naskah Video terdapat istilah-istilah dalam penulisan Naskah tersebut yang akan membantu anda dalam proses produksi Video.

Gambar atau aspek visual dari suatu programVideo yang tampak di layar kaca monitor adalah hasil dari serangkaian pengambilan gambar atau shooting dalam kegiatan dalam produksi.

 

 

 

 

 

Berbagai jenis shot yang perlu dikuasai adalah sebagai berikut:

 

Jenis Shot

Penulisan dan

Keterangan singkat

Visualisasi

Long Shot

(LS)

LS. Untuk

pengambilan gambar keseluruhan. Bila

Objeknya orang maka seluruh tubuh dan

latar belakang akan tampak semua.

 

 

 

Wide Shot/Angle

(WS/WA)

WS/WA. Hasilnya

seperti LS.hasilnya bagian tepi berkesan Lengkung.

 

Medium Long Shot

(MLS)

MLS. Disebut juga

knee Shot. Blia Objeknya orang maka yang tampak hanya

dari kepala sampai lutut. Bagian

belakang terlihat rinci.

 

Medium Shot

(MS)

MS.Hanya dari

kepala sampai lutut. Bagian latar belakang

terlhat rinci.

 
 

 

Medium Close up/ Shot

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Close up/Shot

(CU/CS)

 

 

Sering disebut Chest/Bust Shoot. Untuk objek Orang bila benda

tampak keseluruhan

bagiannya.

 

 

 

CU/CS. Untuk orang hanya tampak bagian wajahnya.Benda- benda tampak jelas bagian-bagiannya.

 

 

 

Big Close Up/Shot

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Group Shot

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Two Shot

BCU/BCS.

Sering disebut Very CloseUp (VCU).Bila objeknya orang hanya bagian tertentu yang terlihat, seperti mata dengan bagian-bagian yang terlihat jelas.

 

 

Group S.pengambilan gambar untuk sekelompok orang (bila objeknya

gambar orang)

 

 

 

2-Shot /2S. Bila Objeknya orang, Pengambilan difokuskan kepada dua orang.

 
Over Shoulder Shot OSS.Biasanya

digunakan untuk meliputi. Dua orang yang sedang bercakap-cakap.

Pengambilannya melalui belakang bahu (membelakangi kamera ) secara bergantian.

 

 

 

Dari tabel jenis-jenis pengambilan gambar tersebut dapat ditambahkan beberapa catatan sebagai berikut.

1.  Pada dasarnya media televise adalah media close up maka efektivitas penyampaian pesan adalah dengan menggunakan lebih banyak jenis-jenis shot close.

 

 

 

 

Jenis pengambilan gambar tersebut dihasilkan atas arahan sutradara kepada     juru              kamera            pada   waktu   shooting.  Visualisasi  yang dihasilkan              merupakan         hasil    pengoperasian  kamera    dengan memanipulasi lensa.

 

 

 

 

 

3. Tugas.

 

Sebutkanlah tata istilah dalam penulisan naskah video!

 

 

 

Gunakanlah tata istilah dalam pembuatan naskah video!

 

 

 

 

1. Tujuan

 

Setelah mempelajari bagian ini, Anda diharapkan dapat membuat naskah sesuai dengan bentuk fisik naskah yang Anda butuhkan.

 

 

2. Uraian

 

Berikut ini adalah beberapa bentuk fisik naskah, yaitu naskah satu kolom dan naskah dua kolom.

1.  Naskah Satu Kolom

 

Dalam naskah satu kolom, penulisan deskripsi unsur audio dan visual tidak dipisahkan. Semua ditulis berurutan tanpa pemisahan kolom. Khusus untuk program yang akan direkam  dengan  multi  kamera  televise  dan  tidak  dengan teknik film (satu kamera) perlu diperhatikan bahwa:

1.  Adegan (scene) tidak perlu diberi nomor urut karena progresi perekaman akan terjadi bersamaan dengan saat penampilan.

2.  Pendekatan  produksi  video  (multi  kamera)  biasanya post produksi tidak terlalu banyak bekerja. Misalnya, tidak banyak penyuntingan dan unsure dramatik sudah dilaksanakan pada saat perekaman.

 

 

auditif.

 

Pada prinsipnya, dari segi isi, naskah satu kolom dan dua kolom akan menghasilkan produk yang identik. Namun, dari segi tata letak tampak lebih konvensional. Walaupun demikian,  dalam               produksi         yang                  sesungguhnya       banyak sutradara lebih menyukai bentuk satu kolom. Alasannya, bagian kiri naskah yang kosong dapat digunakan sebagai tempat untuk membubuhkan catatan khusus arahan. Misalnya kapan harus CUT, atau DISSOLVE dari satu kamera ke kamera lain, tanda atau CUT gerak kamera atau objek, musik, sound effect, dan catatan sumbernya.

 

 

3. Tugas.

 

Buatlah naskah video sesuai dengan kebutuhan anda dilihat dari bentuk fisiknya yaitu satu kolom atau dua kolom.

 

 

 

IV. TATA TULIS NASKAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Tujuan.

 

Setelah mempelajari bagian ini, Anda diharapkan dapat menuliskan naskah video dengan menggunakan tata istilah naskah.

 

 

2. Uraian.

 

Dalam    menulis     naskah    video,    Anda    sebaiknya    perlu memperhatikan beberapa hal, seperti judul program dan deskripsi adegan. Judul program sebaiknya Anda tulis di bagian tangah atas kertas den jangan lupa menggunakan huruf kapital.

 

 

Sedangkan deskripsi adegan terdiri dari:

 

1.  Indikator tempat, yaitu menerangkan lokasi pengambilan

 

gambar di dalam atau di luar ruang. Indikator ini ditulis dengan nomor urut dengan kapital.

Contoh:

 

DISINILAH DITULIS JUDUL PROGRAM

 

 

01. INTERIOR atau EXTERIOR

 

(biasanya disingkat INT atau EXT)

 

2.  Indikator  setting,  yaitu   menuliskan  tempat  kejadian  dan dituliskan secara singkat dan jelas.

Contoh:

 

01. INT.-RUANG KELAS

 

 

 

3.  Indikator waktu kejadian, ditulis singkat dalam huruf kapital.

 

Contoh:

 

01. INT.-RUANG KELAS – PAGI

 

 

 

4.  Instruksi jenis shot / gerakan kamera ditulis dalam huruf kapital.

 

Contoh:

 

01. INT.-RUANG KELAS – PAGI

LS.-   PAK   GURU   DUDUK   ADI   MEMBERI    SALAM KEPADA PAK GURU DARI KURSINYA.

 

 

 

 

Contoh untuk bentuk dua kolom:

 

VIDEO

AUDIO

01. INT.-RUANG  KELAS   –

 

PAGI

 

LS.- PAK GURU DUDUK ADI     MEMBERI     SALAM KEPADA PAK GURU DARI KURSINYA.

 

 

 

 

 

 

5.  Nama  tokoh  (kecuali  bila  termasuk  dalam  dialog),  isyarat musik, sound effect dan instruksi acting semuanya ditulis dalam huruf  kapital.  Untuk  naskah  dua  kolom,  ketiga  hal  tersebut ditulis dalam kolom audio. Perhatikan contoh berikut ini:

 

Contoh:

 

VIDEO

AUDIO

01. INT.-RUANG   KELAS    –

 

PAGI

 

a. LS.- PAK GURU DUDUK ADI     MEMBERI     SALAM KEPADA PAK GURU DARI KURSINYA.

 

 

b. CU. ADI

 

 

 

c. LS. PAK GURU MENGANG GUK LALU MELIHAT SEKE LILING KELAS

FADE IN : MUSIK PEMBUKA

 

 

 

 

 

FADE       OUT       :        MUSIK PEMBUKA

 

 

 

 

ADI : (MEMBERI SALAM) FX : SUARA BEL SEKOLAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Tugas.

 

Buatlah naskah video dengan menggunakan tata tulis naskah.

 

 

 

V. CONTOH MODEL NASKAH

 

 

 

 

 

 

 

1. Tujuan.

 

Setelah mempelajari bagian ini anda diharapkan dapat membuat modul-modul naskah yang anda butuhkan.

 

 

2. Uraian.

 

Terdapat beberapa contoh modul naskah seperti :

 

1). Modul dokumenter.

 

A. Dokumenter berdasarkan Stock Shots

 

(Potongan Shot )

 

Program dokumenter yang berdasarkan stock shots ini tinggal              menyusun   daftar   shots   yang   diperlukan   dan mencarinya di perpustakaan .

Kekurangan  shots  tertentu   dengan   mudah   diupayakan dengan pengambilan baru.

 

 

B. Dokumenter yang Didramatisir.

 

Format   ini    lebih    sesuai   menggunakan   model screenplay teaterikal karena aspel visual dan aureal dapat diketahui sebelumnya dan dapat direncanakan seperti halnya sebuah drama yang disutradarai.

 

C. Dokumenter Model Instruksional/Teknikal.

 

Jenis format ini termaksud yang sebenarnya   karena shooting-nya tidak  dapat  direncanakan  cepat  sebelumnya. Selanjutnya dapat diperhatikan contoh naskah dokumenter peringatan ulang tahun pelukis Affandi yang ke 80 di bawah ini.

 

 

RENCANA PENGAMBILAN DOKUMENTASI PERINGATAN ULANG TAHUN AFFANDI YANG KE-80

 

 

Latar belakang.

Tujuan                 pembangunan   nasional      kita     pada hakekatnya   membangun manusia Indonesia seutuhnya. Sedang pembangunan itu sendiri pada dasarnya adalan kreativitas. Sebab hanya dengan  itulah cita-cita tersebut dapat  terealisir.     Konsekuensinya               anggota-anggota masyarakat      perlu dididik menjadi manusia kreatif. Salah satu jalan untuk mendidik kreativitas ialah melalui kesenian.

 

 

Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyadari  pentingnya  pendidikan  melalui  kesenian  tersebut.  Dalam rangka         merealisasikannya         ,             Pemerintah             telah,                sedang,              dan   akan melaksanakan berbagai upaya dan usaha. Salah satu diantaranya adalah penyiapan wahana dan sarana berupa gedung pameran Wisma Seni Nasional di jalan Merdeka Timur No. 14 Jakarta.

 

 

Bangsa Indonesia memiliki seniman–seniman ulung, salah seorang di antaranya ialah pelukis kenamaan Affandi. Reputasi keseniannya telah menembus batas-batan nasional. Sementara itu, melalui Dewan Kesenian Jakarta datang ajakan kerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menanggapi             keinginan pelukis        Affandi                      yang bermaksud mengadakan pameran retrospektif 80 tahun di Taman Ismail Marzuki. Ajakan bersambut tanggapan terbuka dan memang sudah layak dan sepantasnyua Pemerintah memberikan kesempatan pertama kepada pelukis Affandi. Pembukaan  pameran retrospektif itu tepat saat dengan peresmian gedung pameran temporer Wisma Seni Nasional, tanggal 23

Februari 1987 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Dr. Fuat

Hassan.

 

Affandi adalah seorang pelukis Indonesia yang sangat terkenal secara nasional maupun internasional. Karenanya Affandi adalah merupakan salah satu milik yang sangat berharga, bagi bangsa Indonesi, Maka adalah merupakan suatu kebutuhan mendasar, masyarakat mengetahui hal ihwal kehidupan Affandi di tenga ini, baik sebagai seorang pelukis, bagaimana kehidupan Affandi di tengah keluarganya, maupun pandangan berbagai pihak atas diri Affandi misalnya para pelukis yang tidak jauh berbeda dengan periode kehidupan Affandi, mereka yang masih muda usia, para kolektor, dan dan para budayawa. Dengan diperolehnya rekaman pelukis Affandi mengenal hal-hal yang sudah disebutkan diata, diharapkan bahwa tidak saja kita dapat melestarikan salah satu milik kebudayaan nasional yang amat berharg, twetapi juga dapat mendorong para pelukis muda ataupun setengah umur dalam meningkatkan rasa percaya kepada diri sendir, ulet, suka bekerja, kreatif sehingga dapat dicapai peningkatan mutu/kualitas karyanya.

 

 

 

Tujuan.

 

Pembuatan rekaman dokumentasi mengenai hal ikwal pelukis Affandi dalam rangka peringatan ulang tahunnya yang ke – 80 adalah :

 

 

1. Agar masyarakat luas dapat mengetahui salah satu unsur khasanah kebudayaan                    nasional yang         sangat   berharga   yaitu   hal    ihkwal kehidupan    pelukis                  Affandi  yang       mempunyai            nama  besar dalam kehidupan nasional dan internasional, yangmeliputi antara lain :

a.  Kehidupan Affandi sebagai pelukis;

b.  Kehidupan Affandi di tengah-tengah keluarganya;

c.  Pandangan berbagai pihak, mengenaidiri Affandi ( dan semua senior atau mereka yang hidup dalam kurun waktu hampir sama atau berdekatan  dengan  Affandi,  pandangan  dari  para  pelukis  muda,

pandangan para budayawan, pendapat dari wakil pemerintah seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan, dan pandangan kolektor).

 

 

2. Dengan direkamnya kehidupan Affandi dalam aspek-aspek yang disebutkan         diatas,                   diharapkan  dapat     diwariskan              hal-hal   seperti kreaktivitas,   semangat    dan       tekat,      teknik-teknik              melukis,keahlian melukis  dan lain-lain. Yang  ada pada diri Affandi  kepada generasi muda  yang  meminati  dan  mempunya  bakat  dibidang  seni  lukis, sehingga estafet yang demikian ini tidak saja dapat mencegah adanya atau terjadinya kesenjangan dibidang seni lukis di tanah air kita ini,

 

tetapi  juga   secara  keseluruhan  dapat  memajukan  perkembangan kebudayaan nasional secara menyeluruh.

 

 

 

Secara khusus pembuatan dokumentasi hak ikhwal kehidupan Affandi dalam rangka peringatan ulang tahunnya yang ke -80 bertujuan untuk :

1. Mendokumentasikan suatu peristiwa seni penting yang bersifat nasional

2.  Meletakkan posisi kesenimanan pelukis Affandi di dunia seni lukis

 

Indonesia dan dunia.

 

3.  Mengupayakan momentum pameran retrospeksi 80 tahun pelukis

 

Affandi sebagai media pendidikan kreativitas bagi masyarakat

 

4.  Mewujudkan penghargaan  pemerintah  kepada  seorang  putera terbaiknya yang dalam usia lanjut masih tegar berkarya untuk kemanusiaan.

5.  Meletakkan  dasar  yang  mantap  menjadikan  kesenian  sebagai wahana pendidikan bangsa.

6.  Menciptakan suatu   tradisi   kesenian  bertahap  nasional  guna memacu  kreativitas para seniman  umumnya dan  generasi  muda khususnya.

 

 

Treatment.

 

Dokumentasi peringatan ulang tahun Affandi ke-80 emmang akan didokumentasikan jalannya peringatan secara kronologis, peristiwa demi peristiwa yang berlangsung, misalnya dengan persiapan yang diadakan di Yogyakarta, jalannya pembukaan pameran sekaligus peresmian Gedung Wisma Seni Nasional, suasana berlangsungnya pameran itu sendiri, sarasehan, dan lain-lain. Output peristiwa selama pameran tersebut diperkirakan memiliki masa putar selama dua jam.

 

Sesuai dengan tujuan yang sudah diuraikan di atas, dalam menyajikan serentetan peristiwa jalannya upacara akan diolah. Urutan sekuen hasil akhir dokumentasi tersebut adalah sebagai berikut:

1.  Logo Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, mempersembahkan

 

2.  Judul :   BARA API KEHIDUPAN AFFANDI

 

RETROSPEKSI  80   TAHUN  SEORANG  PENDEKAR SENI RUPA

3.  Persiapan di Yogyakarta;

 

4.  Jalannya upacara pembukaan pameran dan peresmian Gedung Wisma

 

Seni Nasional;

 

5.  Suasana pameran lukisan yang sedang berlangsung;

 

6.  Kegiatan  sarasehan  yang   dilaksanakan  dalam   rangka  kegiatan pameran;

7.  Kehidupan Affandi di tengah keluarganya;

 

8.  Berbagai pendapat dan pandangan tentang Affandi;

 

 

 

9.  Affandi sebagai pelukis (tentang bagaimana cara Affandi melukis, hal ini  akan  diambil  di  Yogyakarta.  Kemudian  bila  ada  kesempatan Affandi  menunjukkan  bagaimana  cara atau  teknik  yang  digunakan Affandi dalam melukis akan direkam pula. Mengingat kesehatan Affandi bila tidak ada kesempatan maka digunakan film atau foto yang sudah ada. Sekuen ini diletakkan pada bagian akhir untuk menunjukkan betapa semangat Affandi yang tetap membara, dan hal ini  penting  untuk  mendorong pelukis lain, khususnya para pelukis muda untuk meningkatkan semangat dan tekad dan keuletannya melakukan kegiatan di bidang seni lukis ini.

10.Penutup.

 

 

 

 

 

Konsep Visualisasi

 

Program video ini disusun dengan mengacu pada rancangan visualisasi yang secara garis besar adalah sebagai berikut:

01. Judul :  BARA API KEHIDUPAN AFFANDI

 

RETROSPEKSI  80   TAHUN  SEORANG  PENDEKAR SENI RUPA

Disajikan dengan latar belakang pelukis Affandi sedang berjalan gembira di ruang pamer Wisma Seni Nasional;

(Jalan     hidup     Affandi     adalah     kepelukisannya.    Perjalanan kesenimanannya yang telah lanjut bersama usianya ternyata masih mengandung sebuah cita-cita yang layak : berdirinya museum/galeri seni lukis nasional). Gedung pameran Wisma Seni Nasional inikah jawabannya?

02. Adegan  dan  wawancara  Tim  dari  Panitia  Bersama  Ulang  Tahun Affandi ke-80, Departemen Pendidikan dan Dewan Kesenian Jakarta, merupakan terjemahan keinginan pemerintah dan seniman untuk menghargai lukisan Affandi. Hal ini sekaligus merupakan introduksi awal retrospeksi 80 tahun pelukis Affandi.

03. Sosok pribadi Affandi di usianya yang ke-80 masih tegar diungkap dalam tanggap wicara atas keinginan pemerintah, sekaligus tampil pula eksistensi kesenimanan dan harapan-harapannya. Penyajiannya diawali dengan visualisasi “banding diri” Affandi di tahun 1943 dengan masa kini.

04. Pengenalan dan perkenalan di forum nasional tentang pelukis Affandi kepada masyarakat bangsanya. Upacara peresmian Gedung Wisma Seni  Nasional  menandai  pameran  retrospeksi  80  tahun  pelukis Affandi, dimulai dengan:

 

  Upacara peresmian

 

Sambutan-sambutan

 

80 tahun bersama Affandi merupakan visualisasi para pejabat, tokoh,        dan             masyarakat            yang    meminati    lukisan   yang dipamerkan.

05. Mengajak lebih jauh masyarakat mengenal pelukis Affandi melalui visualisasi :

Sarasehan     yang     menampilkan    tokoh-tokoh    seniman, budayawan, dan masyarakat.

Eksistensi  global   yang   tersaji  lewat  pandang  kaca  mata akademis yang datang dari sarasehan akan merupakan “palet dan  kanvas”  kesenimanan  Affandi  yang  diakuinya  sendiri bahwa aspek akademis itu tidak dimilikinya

06. Kontroversi  pandangan  atau  apapun  yang  sekiranya  muncul  dari sarasehan akan dipoles dengan visualisasi yang mencuatkan posisi dan eksistensi Affandi di forum nasional dan dunia: Secara runtun

„slow    montage‟    ditayangkan   tokoh-tokoh   dengan    ad    lib komentar/pendapat atau sajian narasi selektif dari:

Kalangan sesama seniman (alternatif: Barli, Sujono Kerton)  Kalangan kolektor (alternatif: Kasmijan, Alex, Sutejo)

Kalangan budayawan (alternatif: Budiarjo)

 

Kalangan usahawan (alternatif: Abdulgani)

 

Kalangan pendidikan kesenian (alternatif: Fajar Sidik, Hendra

 

Widayat, Bangong Kussudiarjo)

 

Tanggapan dari Direktur Jendral Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Subadio  dan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Prof.  Dr. Fuad Hasan sebagai penuntas garis pandang tentang posisi pelukis Affandi bagi upaya pendidikan melalui kesenian.

 

07. Affandi   adalah   Affandi,   merupakan   sub    topic    yang   akan divisualisasikan dalam rangkuman scenery antara lain:

a)  Affandi sebagai pelukis (Affandi in action, diusahakan rekaman hidup, tapi mengingat kondisi, alternatifnya digunakan stock shot)

b) Affandi sebagai kepala keluarga

 

c)  Affandi sebagai seorang warga masyarakat d) Affandi dan dunia internasional

Visualisasi alternatif sifatnya akan ditunjang dengan narasi. Hal ini tergantung kepada kondisi Affandi sepenuhnya.

08. Akhirnya sajian program ini nantinya akan diwujudkan dalam suatu rangkaian montage middle speed motion slides, adegan Affandi melukis. Dan wisma nasional sebagai latar credit tittle.

 

 

Pustekom Jakarta

 

29 Januari 1987

 

 

 

Rencana di atas adalah proposal documenter tentang Affandi. Berikut akan disajikan contoh skenarionya.

 

 

SCENARIO VIDEO:

 

BARA API KEHIDUPAN AFFANDI RETROSPEKSI 80 TAHUN SEORANG PENDEKAR SENI LUKIS

 

 

SLATE:

 

PROGRAM    VIDEO    KEBUDAYAAN   PUSTEKOM    DIKBUD    1987    “API KEHIDUPAN AFFANDI RETROSPEKSI 80 TAHUN SEORANG PENDEKAR SENI LUKIS”

 

Scenario: pc. S. Sutisno

 

VISUAL

NARASI

01. CAPTION GRAPHICS

 

LOGO DEPDIKBUD

 

DEPARTEMEN  PENDIDIKAN  DAN KEBUDAYAAN

 

 

Mempersembahkan

 

 

 

02. WXT.-GEDUNG PAMERAN- SIANG

ESTABLISHING SHOT: Affandi berjalan dipapah.

ZOOM IN TO MCU.-Affandi tertawa

 

 

 

FREZZED DAN FRAME MOVE TO SPLIT:

 

 

FADE  IN  DRIVE  OUT:  Titik  kecil sampai kobaran api menyala

 

 

SUPER IMPOSE: CAPTION TITTLE ANIMATION:

 

 

BARA API KEHIDUPAN AFFANDI

 

 

 

Retrospeksi 80 Tahun Seorang

 

Pendekar Seni Lukis

 

 

 

Scenario: pc. S. Sutisno

 

 

 

03. INT.-WISMA AFFANDI-SIANG STABLISHING SHOT:

 

 

 

 

MUSIK: PEMBUKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NARASI:    Bermula     uluran     tangan

 

Dewan  Kesenian  Jakarta.  Lalu  sentuh

 

Kegiatan beberapa tukang mempersiapkan lukisan/menurunkan dari gantungan dll.

 

 

 

 

DISSOLVE

 

 

 

04. INT.-WISMA AFFANDI-SIANG GU.-Potret diri Affandi

AM. TRACK OUT TO MLS: Tim utusan dari Jakarta di ruang tamu bersama Affandi. PANNING-anggota sampai Pak Munandar.

 

 

05. INT.-RUANG TAMU-SIANG MCU.-Pak       Munandar        menyambut kedatangan tamu.

 

 

TRACK OUT TO MLS.-Anggota Tim ZOOM  IN  TO  MCU.  Pak  Bastomi Erwan (Sekretaris DitjenBud)

 

 

 

INSERT SURAT DITJEN KEBUDAYAAN

himbau Direktur Jenderal Kebudayaan. Dan kemudian jabat hangat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hassan melahirkan kata sepakat: Pameran Retrospeksi 80 tahun Pelukis Affandi, sekaligus peresmian Gedung Wisma Seni Nasional.

 

 

 

 

MUSIK: ILUSTRASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(AD LIB P. MUNANDAR MENYAMPAIKAN SELAMAT DATANG)

 

 

(AD LIB P. BASTOMI MENYAMPAIKAN MAKSUD KEDATANGAN TIM DARI JAKARTA)

 

 

(VOS. PAK BASTOMI BERBICARA)

 

 

 

 

2). Naskah Video Instruksional/Pendidikan.

 

Sehubungan dengan tujuannya untuk kegiatan pengajaran maka ketepatan perekaman merupakan pegangan yang sangat penting. Naskah harus disusun berdasarkan kurikulum tertentu. Untuk         itu,     terlebih      dahulu        didisain              dan    kemudian

 

dikembangkan  untuk  mencapai  tujuan  instruksional.  Naskah harus ditulis dengan mengacu ke disain tersebut.

Contoh naskah program instruksional adalah sebagai berikut:

 

IDENTIFIKASI PROGRAM

 

 

 

1. BIDANG STUDI                     : Bahasa Indonesia

 

2. POKOK BAHASAN               : Struktur

 

3. SUBPOKOK BAHASAN       : Kata Berimbuhan

 

4. TOPIK                                     : Imbuhan Memper-i

 

5. JUDUL                                    : Jeritan di malam hari

6. SASARAN                              : Siswa SMP kelas 1 semester 2

 

7.  TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM:

 

Siswa   dapat   memahami   dan   dapat   mempergunakan   kata berimbuhan (memper-i) serta dapat mengkomunikasikannya dalam kalimat secara lisan dan tulisan.

8.  TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS:

 

Siswa   dapat  menyebutkan  kata   berimbuhan  memper-i dengan memperhatikan hubungannya dengan kata berawalan ber- atau diper-i.

Siswa dapat menggunakan kata-kata berimbuhan memper-i dengan memperhatikan hubungannya dengan kata berawalan ber- atau diper-i.

9.  POKOK-POKOK MATERI:

 

Kata berimbuhan memper-i dengan kata berawalan ber- atau diper-i.

Pengguanaan  kata   berimbuhan  memper-i   dengan   kata berawalan ber- atau diper-i.

 

 

 

 

 

10. FORMAT SAJIAN                          : Fragmen

 

11. LAMA PROGRAM                         : 30 Menit

 

12. SKENARIO                                     : PC. S. SUTISNO

 

13. PENGKAJI ISI                                : Drs. Akhmad HP

 

14. PENGKAJI MEDIA                        : Dr. Arief S. Sadiman

 

MSc.

 

15. SUMBER  :

 

Tata Bahasa Indonesia, Gorys Keraf.

 

Pengajaran Kosa Kata, Dr. Ng. Tarigan

 

Tata BAhasa Baku

 

16. SINOPSIS  :

 

Melalui adegan upaya penanggulangan tindak kejahatan oleh para petugas  siskamling  diperkenalkan  dan  dibahas  kalimat-kalimat yang menggunakan kata berimbuhan memper-i, ber-, diper-i. Sedang adegan dengan lurah untuk memberikan adegan ilustrasi hubungan dan arti imbuhan memper-i, ber-, diper-i dalam kalimat.

17. CASTING/PEMAIN :

 

1.  Penyaji Program

 

2.  Sofia, pelajar SMP

 

3.  Badrun, ayah Sofia

 

4.  Petugas Siskamling: Andi, Kadir, Kadim

 

5.  Godril, sebagai “bayangan malam”

 

.

 

SKENARIO PROGRAM SIARAN TV PENDIDIKAN INDONESIA

VISUAL

NARASI

01. SUPER IMPOSE (dari bibir)

 

CAPTION

 

LOGO DEPDIKBUD Mempersembahkan

DISSOLVE

 

02. CAPTION GRAPHIC ANIMATION

PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMP

 

SETTING 1:

 

Kamar belajar, meja kursi, buku-buku SMP, tas sekolah, seragam sekolah tergantung, kalender, wekker.

 

 

03. INT.-SETTING 1 – MALAM MLS. SOFIA SEDANG ASYIK BELAJAR

SI. CAPTION

 

Semester 2

 

Topik               : Imbuhan Memper-i

Skenario          : PC. S. Sutisno

 

 

 

FO. ZI. TO MS ANDI (PAN) RUANGAN BERHENTI PADA SERAGAM SMP

 

 

 

 

SI. CAPTION:

 

“JERITAN DI MALAM HARI”

MUSIK: (SMASH UP FULL)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUSIK 1: (DOWN OUT)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUSIK: (THEME, TENANG AS BG)

 

FO. SOFIA MENULIS SEJENAK LALU MELETAKKAN PENSILNYA SEMBARANGAN SAJA

SI. CAPTION:

 

CERITA BERIKUT INI FIKTIF BELAKA

 

 

BADRUN (OFF.OS): Fia…sudah

 

malam

 

 

 

 

 

SOFIA MENGACAK KERTAS BUKU, MENCARI PENSILNYA,

FO.

SOFIA: Sebentar, belum selesai Pak. Ahh kemana pensilku ini tadi

 

 

SOFIA MENEMUKAN PENSIL DAN MENULIS

 

 

P. BADRUN IN FRAME

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISSOLVE SETTING 2:

 

Pos Kamling, dengan kelengkapan kentongan yang digantung, lampu listrik yang dikerodong, tempat duduk, ceret, gelas, makanan kecil.

 

 

04. EXT.-SETTING 2 – MALAM

 

 

 

 

 

BADRUN: Fia, hari sudah malam, tidurlah. Kalau tidak, besok kamu terlambat bangun.

 

 

SOFIA: Baik Pak.

 

 

 

BADRUN: Kunci pintu depan Bapak bawa. Bapak akan menengok air sawah kita. Kau cepat tidurnya.

 

 

SOFIA: Ya Pak, Habis bebenah buku- buku ini Pak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AMBIENS SUASANA MALAM

 

 

 

MLS. ANDI DAN KADIR DUDUK NGOBROL SAMBIL MINUM KOPI

 

 

 

 

ANDI BANGKIT KE ARAH KENTONGAN. ANDI MEMUKUL KENTONGAN DENGAN IRAMA “DARAMULUK”

 

 

KADIM IN FRAME KADIM DUDUK DAN MENGAMBIL MINUM

 

 

ZI. TO CU. KADIR

 

 

 

CU. KADIM TERSENYUM

 

 

 

 

 

 

 

TRACK OUT TO GROUP SHOT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANDI, KADIM, KADIR MENGAMBIL SENTER, KENTUNGAN, PEDANG DAN BERLARI

FX: (OFF, BUNYI KENTONGAN)

 

 

 

KADIR: Ndii…sudah malam begini

 

Kadim belum kelihatan juga.

 

ANDI: Jangan-jangn lupa dan ketiduran di rumah.

 

 

KADIR: Kalau begitu perlu dipanggil ya Ndi?

 

 

ANDI: Baiklah, akan kupanggul dia.

 

 

 

 

 

 

 

KADIM: Tepat saat, begitu dipanggil, Aku datang. Kadim memang disiplin.

 

 

KADIR: Ah Kamu berlindung di belakang kata disiplin.

 

 

KADIM: Dir, Aku tidak berlindung hanya memperlindungi diri, daripada diperlindungi Andi. Betul tidak Ndi?

 

 

KADIR: Kamu Dim pintar ngomong.

 

 

 

SOFIA (OFF, OS) (MENJERIT TAKUT)

 

 

 

 

KADIM: Heeh kalian dengar? Jangan- jangan maling atau rampok.

 

 

 

05. INT.-MEJA PENYAJI

 

MCU. PENYAJI TERSENYUM

 

 

 

 

 

SPLIT SCREEN CAPTION:   Berlindung

Memperlindungi

 

Diperlindungi

 

 

 

 

 

 

 

06. CAPTION ANIMATION   Berlindung

Ber+Lindung

 

Memper+lindung+i atau

 

Diper+lindung+i

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISSOLVE

 

 

 

07. INT.-MEJA PENYAJI

 

MCU. PENYAJI TERSENYUM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SETTING 3:

 

Gerumbul di belakang rumah Sofia

ANDI: Ayo kita ke sana, cepat. MUSIK: (SUSPENS)

PENYAJI: Hai…selamat malam, eh salah, maaf terbawa kejadian cerita yang baru saja. Dari kejadian tadi pembicaraan pemuda yang sedang tugas kamling paling tidak ada tiga buah kata:

 

 

Keriga kata ini saling berhubungan. Bagaimana hubungannya?

 

 

 

 

 

 

PENYAJI (OS): Kata berlindung dibentuk dari kata lindung dan awalan ber. Kata yang sama dapat pula dibentuk dengan menggunakan imbuhan lain:

(DIBACA JUGA)

 

 

 

 

 

Jadi pembentukan kata berimbuhan dengan awalan ber dapat pula dibentuk dengan menggunakan imbuhan memper+i atau diper+i sehingga bentuknya sejajar.

 

 

 

 

PENYAJI: Eh, omong-omong kamu

 

dekat sumur, ada dua kaleng bekas

 

 

 

 

 

08. EXT.-SETTING 3 – MALAM

 

1)  MLS. ANDI, KADIR, KADIM MENGENDAP-ENDAP MENDEKATI GERUMBUL DENGAN PENTUNGAN DAN SENTER

2)  MCU. KADIR, DAN KADIM TERKEJUT

ZO. TO MLS. ANDI MEMBERI TANDA AGAR WASPADA.

 

 

IN FRAME SOFIA KAGET

 

 

 

3)  MCU. SOFIA MENJERIT ZO. TO MLS.

 

 

4)  MS. SOFIA MENGANGGUK ZO. TO MLS.

 

 

 

 

 

 

5)  MCU. KADIR DAN KADIM KETAKUTAN

 

 

 

 

 

 

 

 

ZO. TO MLS. ROMBONGAN

belum tahu jeritan di malam hari itu jeritan siapa dan mengapa. Ingin tahu? Ayo kita ikuti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUSIK: (SUSPENS)

 

FX: (DENTANG KALENG TERSANDUNG KAKI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SOFIA: (MENJERIT)

 

ANDI: Oh, kau Sofia anak Pak Badrun ya?

SOFIA: Oh Pak Andi…Saya

 

ANDI: Yang menjerit tadi Kamu?

 

 

 

ANDI (OS): Ada apa?

 

SOFIA: Entah…waktu Saya cuci kaki di sumur, Saya kaget ada bayangan orang di pojok rumah. Saya rasa bawa senjata…Saya takut dan berlari sambil menjerit.

 

 

KADIM: Ehh kalau begitu ayo, ayo

 

BERBALIK ARAH DAN BERJALAN TERGESA-GESA

 

 

SETTING 4:

 

Satu ruangan di kelurahan. Meja kursi sederhana, petromaks.

09. INT.-SETTING 4 – MALAM MLS. LURAH DUDUK BERHADAPAN DENGAN ANDI DKK DAN SOFIA

ZI. TO MCU SOFIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CAMERA BLURRED

 

10. EXT.-SETTING – MALAM FADE IN

1)  MLS. SOFIA MENCUCI KAKI DI SUMUR

 

 

2)  MCU. SOFIA MENOLEH TAKUT

 

3)  FS. BAYANGAN HITAM MENGACUNGKAN SENJATA

FADE IN

 

1)  MCU. SOFIA ZI TO MLS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2)  MCU. KADIR

lapor pak lurah cepat. KADIR: Betul ke pak lurah. MUSIK: (SUSPENS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LURAH: Pak Andi, Pak Kadim, Pak Kadir dan Kau Sofia, coba ceritakan bagaimana ceritanya.

 

 

SOFIA: Begini Pak, sebetulnya Saya belum selesai belajar, tapi karena disuruh tidur oleh bapak. Bapak akan memeriksa air di sawah. Seperti biasa sebelum tidur saya cuci kaki di sumur di belakang rumah…

AMBIENS SUASANA MALAM DI DESA

 

 

FX: (KRESEK CABANG KAYU TERINJAK)

 

 

SOFIA: Demikianlah Pak kejadiannya.

 

 

 

KADIM: Pak Lurah, wah gawat ini desa kita kemasukan penjahat.

 

 

LURAH: Tenang dulu Pak Kadim.

 

 

 

3)  MCU. ANDI

 

 

 

4)  MLS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PAK LURAH DAN ANDI BERANGKAT, KADIR DAN KADIM KE ARAH LAIN

 

 

12. EXT.-SETTING 2 – MALAM

 

1)  MLS P. LURAH DAN ANDI DRIVE OUT CAM, MENDEKAT

KE ARAH GARDU. LURAH TIBA-TIBA BERHENTI

2)  MCU. 2 S

Jangan lupa, desa kita ini desa swakarya dan khusus untuk keamanan mendapat penghargaan.

 

 

KADIR: Tapi bagaimana dengan orang bersenjata itu, Pak Lurah?

 

 

ANDI: Pak Lurah, ini andaikata orang itu benar ada, lalu siapa yang mempersenjatai?

 

 

KADIM: Dan mengapa orang itu dipersenjatai?

 

 

LURAH: Waah.. tunggu dulu, Aku perlu bantuan dan pertimbangan Pak Jagabaya Desa.

 

 

 

 

ANDI: Bagus Pak, sekarang Saya usul. Saya dan Pak Lurah terus melacak, sedang Kadir dan Kadim ke rumah Jagabaya, terus dari sana menyusul Kita. Bagaimana Pak Lurah?

 

 

LURAH: Bagus, ayo Kita laksanakan!

 

 

 

 

 

MUSIK: (SUSPENS)

 

 

 

 

 

MUSIK: (SUSPENS)

 

LURAH: Pak Andi, tunggu dulu!

 

 

 

ANDI: Ada apa Pak Lurah?

 

 

 

 

 

 

3)  CU.-LURAH

 

 

 

 

 

 

 

4)  MCU.-ANDI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ZO. TO MLS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LURAH BERJALAN DIIKUTI ANDI MENINGGALKAN GARDU KAMLING

 

 

13. INT.-MEJA PENYAJI

 

MCU. PENYAJI TERSENYUM

 

 

 

 

 

14. CAPTION ANIMATION Bersenjata

LURAH: Sofia tadi apakah benar mengatakan bayang-bayang itu bersenjata? Hmmm bersenjata kan berarti mempunyai senjata.

 

 

ANDI: Atau berarti membawa, Pak.

 

 

 

LURAH: Ya… lalu Pak KAdir tadi mengatakan dipersenjatai. Pak Andi mengatakan mempersenjatai.

 

 

ANDI: Dipersenjatai artinya dilakukan orang lain, jadi ada pihak lain. Tapi mungkin juga orang yang dilihat Sofia itu mempersenjatai dirinya sendiri.

 

 

LURAH: Ahh… tapi sungguh tak

 

masuk di akal. Desa kita ini aman.

 

 

 

ANDI: Andaikata yang dilihat Sofia itu benar ada, Kita harus memperbaiki citra desa kita, Pak Lurah.

 

 

LURAH: Untuk itu ayo Kita lacak dari rumah Pak Badrun.

 

 

 

 

 

 

PENYAJI: Waah…kelihatannya yang

 

Mempersenjatai

 

Dipersenjatai

 

Bermahkota

 

Mempermahkotai

 

Dipermahkotai

 

Bertameng

 

Mempertamengi

 

Dipertamengi

 

 

 

1.   ABRI bersenjata modern.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FO.

dihadapi Pak Lurah dan warganya itu demikian gawat? Kalau dianalisis:

 

 

PENYAJI (OS): Paling tidak dari kata- kata: bersenjata, mempersenjatai, dipersenjatai. Dari segi bentukan kata berawalan ber- dapat dibentuk dengan menggunakan imbuhan memper-i atau diper-i. Ketiga senjata itu sejajar bentuknya. Kiranya akan lebih jelas

bila digunakan dalam kalimat.

 

 

 

 

 

2.   Pemerintah mempersenjatai ABRI

 

dengan senjata modern.

 

3.   ABRI dipersenjatai Pemerintah dengan senjata modern.

DISSOLVE

 

 

15. INT.-MEJA PENYAJI MCU. PENYAJI

 

 

(membacanya)

 

 

 

 

 

Kalimat ini aktif transitif, sama halnya dengan kalimat berikut ini.

 

 

Dan kalimat yang ketiga adalah pasif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15. CAPTION

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ber- bersenjata

PENYAJI: Nah struktur kalimat yang mempergunakan imbuhan ber-, memper-i atau diper-i memiliki kesejajaran bentuk. Kamu tentu dapat menggunakan kata-kata berikut dalam kalimat, baik tertulis maupun lisan.

 

 

bermahkota bertameng

 

memper-i mempersenjatai mempermahkotai mempertamengi

diper-i dipersenjatai dipermahkotai dipertamengi

 

 

16. CAPTION Para pendukung: Lurah        – … Andi         – … Kadir       – … Sofia        – … Penyaji              – …

 

 

18. CAPTION Kerabat Produksi: Penata kamera   – … Penata cahay a   – … Penata set   – … Penata suara      – … Dll.

 

 

19. CAPTION

 

Pengkaji isi: Drs. Akhmad HP. Pengkaji media: Dr. Arief S. Sadiman, MSc.

 

 

20. CAPTION

 

Penanggung jawab program:  – …

 

Penanggung jawab produksi: – …

MUSIK: (ILUSTRASI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUSIK: (EXTRO)

 

Selamat Belajar

 

 

 

 

 

Sound and vision fade out

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Tugas

 

Buatlah  naskah  video  pendidikan  atau  naskah  apa  saja  dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah ditentukan.

 

 

G L O S A R I U M

 

 

 

Act                 :     Suatu bagian atau unit tertentu dari  perkembangan dramatik dalam sebuah        teleplay; dalam TV biasanya dipisahkan dengan unit yang serupa dengan spot komersial          iklan atau paling tidak dengan          fade   out lalu       diteruskan dengan fade in.

 

 

Action            :     1. Gerakan yang dipola dari seorang tokoh atau objek.

2. Dalam sinema diartikan sesuatu yang akan diperlihatkan.

3. Dalam naskah film dua kolom dimaksudkan sebagai tempat untuk menuliskan deskripsi visual; untuk TV kolom visual diberi judul “video”.

 

Ad-Lib           :     Pembicaraan  atau  tindakan  yang  tidak  dinaskahkan atau dilatihkan (semacam improvisasi).

 

 

Aerical Shot   :     Pengambilan/shot    dari     atas     (udara)     dengan menggunakan pesawat terbang atau helikopter.

 

 

Animation      :     1. Benda, gambar, dan tulisan yang tampak hidup.

 

Misalnya berupa rangkaian beberapa gambar dengan perbedaan kecil lalu dishot per bingkai. Bila ditayangkan akan tampak seperti bergerak/hidup.

2. Bila diterapkan untuk manusia, model, atau boneka disebut pixilation.

 

 

Audio             :         Bagian  dari  program  yang  dapat  didengar, misalnya bunyi musik.

 

 

Blocking        :     Proses  perencanaan  gerakan  fisik  orang  atau  objek dalam set. Dilakukan dengan membuat tanda posisi dengan kapur atau plester. Kemudian dengan cue penyaji pemain menempati posisi tersebut.

 

 

Boom             :     Alat   penyangga  yang   bisa   digerakkan          sehingga pergerakan          kamera        atau    microphone        dari   satu tempat  ke  tempat  lain  pada saat  perekaman  mudah dilakukan.

 

Camera Chain :    Sebuah  kamera  berikut  semua  peralatan  elektronik yang diperlukan untuk menyajikan gambar ke layar TV.

 

 

Cinema-Verite :     1. Menggunakan kamera portable (mudah dibawa) dalam pembuatan film untuk mendapatkan gambar yang sebenarnya. Misalnya gerakan hewan yang akan mati.

2. Serangkaian teknik yang dirancang untuk

 

„menyela aktualita‟.

 

 

 

Contrast         :     Perbedaan antara terang dan gelap dalam adegan.

 

Sebaiknya dengan ratio 20:1.

 

 

 

Control Room :    Ruang    tempat    sutradara   dan    kerabat   teknik mengontrol   kegiatan                        produksi     di studio. Kegiatannya                memilih                                  visual      untuk ditransmisikan/direkam   dan                  memainkan        semua fungsi elektronik.

 

 

Crab               :     Gerakan   menyamping   dari   dolly   camera   sama dengan Truck.

 

 

Credit             :     Penayangan/mengumumkan          orang            yang bertanggung jawab                 dalam produksi,         penyajian, pemain,    dan             pihak                 lain             yang      memberikan kontribusinya dalam suatu program media apapun.

 

Cue                :     1. Suatu tindakan, kata atau bunyi yang memberi sinyal/tanda dalam produksi penyajian, pemain, dan pihak lain yang memberikan kontribusinya dalam suatu program media apapun.

2. Sinyal apapun yang mengarahkan dimulainya sound atau segmen action.

 

 

Dissolve         :     Perpaduan dua visual sesaat. Gambar pertama akan hilang sesaat setelah berpadu pada gambar kedua.

 

 

Down             :     1. Visual di layer berubah menjadi gelap/hitam.

 

2. Volume audio yang terdengar melirih.

 

 

 

Edit                :     Dalam   TV          berarti           menggeser/menghapus         secara elektronik   atau   shoot/scene   untuk   diganti            atau disisipi dengan shot lainnya; seleksi dan pemaduan shot/visual.

 

 

Effect Bus      :     Deretan   tombol   yang   dapat  menghasilkan            efek elektronik                     seperti      menghapus  (vipe).   Di   studio terdapat di mesin Vision Mixer.

 

 

Fade               :     Pemunculan   gambar    dari    layar    yang    semula hitam/kosong (fade in).

Menghilangnya    visual    berganti    menjadi    layar kosong/hitam (fade out).

 

 

 

 

 

Establishing Shot  :       Suatu pandangan dari scene secara keseluruhan, biasanya LS/MLS, tampak set dari adegan, tokoh- tokoh,        suasana    hati, dan              musim.        Biasanya digunakan    untuk pergantian           dari          satu  tempat    ke tempat   lain       atau      waktu          memperkenalkan     atau sequence baru.

 

 

Ext                 :     Kepanjangan  adalah   Exterior   (adegan   di   luar).

 

Dalam  sinema  dipakai  untuk  spesifikasi  lokasi  di luar ruangan.

 

 

Feature           :     1. Menekankan satu objek/tokoh.

 

2. Suatu film teatrikal panjang, baik fiksi drama atau documenter, lama program 100-170 menit.

3. Format program TV mengenai satu tema/topic dengan variasi multi format, misalnya drama, talk, dialog, atau musik.

 

 

Follow           :     Gerak kamera mengikuti tokoh/objek yang        bergerak, dengan cara mengoperasikan lensa agar                         fokus sehingga visual yang dihasilkan tetap tajam. Biasanya secara lengkap disebut Follow Focus.

 

 

Frame            :     Bingkai, unit terkecil gambar TV/film, satu gambar tunggal.

 

Int                  :     Singkatan  dari  Interior  atau  adegan  dilakukan  di dalam ruangan.

 

 

Logo              :     Simbol  visual  yang  digunakan  untuk  identifikasi program dan stasiun.

 

 

Mike              :     Mikrofon (microphone).

 

 

 

Montage         :     Lengkapnya     adalah     Montage      Shots,    ialah serangkaian  shot                     yang  ditayangkan            secara  cepat berisi ide atau untuk menciptakan konsep melalui sambungan shots tersebut.

 

 

Off Mike        :     Posisi  berbicara  di  depan  mike  tetapi  tidak  dalam daya tangkap optimum (menjauh dari bagian live mike).

 

 

On Mike         :     Kebalikan dari off mike.

 

 

 

OS                 :     Off    Screen,    komentar/narasi/bagian  dari   dialog yang terdengar tanpa menampilkan orangnya.

 

 

Over Shoulder :    Disingkat          OS,     yaitu      dua  shotdengan  perpindahan kamera  di               belakang/bahu           salah    satu    orang, sementara objek yang lain menghadap ke kamera.

 

 

Sequence        :     Sama   dengan   bab   dalam   sebuah   buku,   berarti sekelompok shot/scene mengenai sesuatu  ungkapan

yang panjang.

 

 

 

 

 

Video             :     Bagian  gambar  dari  suatu  format  naskah  TV/film dua kolom. Juga kegiatan produksi program non- siaran.

 

 

 

 

 

Voice-over     :     Materiyang  diucapkan/komentar yang  disampaikan tanpa tampak di layar.

 

 

 

 

 

Zoom             :     Suatu  kemampuan  lensa  yang  dapat  merubah  wide shot ke CU atau sebaliknya.

Naskah video pembelajaran ROTAN

About Muhamad Amir

Talk Less Do More

Posted on 12 Juni 2013, in Pendidikan, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: