INOVASI DALAM PENDIDIKAN

MAKALAH
INOVASI
DALAM PENDIDIKAN
Disusun Oleh :
Muhamad Amir
NIM. 09.111.103
KELAS IV.C
JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
( IKIP ) MATARAM
2011


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang Inovasi Dalam Pendidikan ini dapat tersusun walau sederhana.
Budaya yang ingin serbacepat dan suasana bersaing di dunia kerja sekarang ini secara tidak langsung mempengaruhi orangtua untuk menjadikan anak-anaknya super dan unggul di segala bidang. Sebagian orangtua beranggapan bahwa semakin cepat seorang anak menguasai sesuatu keterampilan, semakin baik dan hebat sang anak itu di lingkunganya. 
Padahal, setiap anak adalah anugerah individu yang unik yang seyogianya berkembang secara alamiah, sesuai dengan fitrah, usia, psikis, fisik, minat, kepekaan mereka untuk mempelajari dan menguasai sesuatu yang membutuhkan waktu serta melewati suatu proses. Untuk itu, diperlukan suatu cara agar anak merasa nyaman dan tidak terbebani dalam belajar. Misalnya, dapat menggunakan cara belajar secara aktif-positif (active learning), belajar yang menarik (attractive learning), dan belajar yang menyenangkan (joyful learning). Itulah sebabnya, dibutuhkan inovasi dalam pendidikan.
Akhirnya kami menyadari makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya jika dalam penyajian makalah ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Dan ke depan semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua.
Ttd,
Penyusun


DAFTAR ISI
Hal
Cover
Kata Pengantar…………………………………………………………………. … ii
Daftar Isi                                                                                                              … iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang…………………………………………………………….. 1
B.    Rumusan Masalah………………………………………………………… 1
C.    Tujuan penulisan………………………………………………………….. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Definisi Inovasi Pendidikan…………………………………………….. 2
B.    Latar Belakang Lahirnya Inovasi Pendidikan…………………….. 3
C.    Ciri-ciri Inovasi Pendidikan…………………………………………….. 4
D.    Karakteristik Inovasi Pendidikan…………………………………….. 5
E.    Prinsip-prinsip Inovasi Pendidikan…………………………………… 7
F.     Alasan Urgen Inovasi Pendidikan……………………………………. 8
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan………………………………………………………………… 10
B.    Saran                                                                                                        . 11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………. 12


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Tidak bisa diragukan lagi bahwasanya manusia tak akan terlepas dengan mengeksplorasi segala sumber daya yang dimilikinya. Dengan cara mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinofasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidupnya menjadi lebih baik. Jika manusia tidak menggali segala kemampuanya maka ia akan tertinggal bahkan tergerus oleh zaman yang selalu berkembang.
Dalam dunia pendidikan Inovasi adalah hal yang mutlak dilakukan karena tanpa inovasi akan terjadi kemandekan pada dunia pendidikan yang kemudian berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik, ekonomi, social dan lain-lain.
B.   Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dari judul makalah ini adalah sebagai berikut:
1.     Pengertian Inovasi Pendidikan
2.     Latar belakang Inovasi Pendidikan
3.     Ciri-ciri Inovasi Pendidikan
4.     Karakteristik Inovasi Pendidikan
5.     Prinsip-prinsip Inovasi Pendidikan
6.     Alasan urgensi inovasi pendidikan dari aspek ilmiah dan yuridis
C.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari Penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas kuliah Inovasi Pendidikan, penyusunan makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui :
  1. Pengertian Inovasi Pendidikan
2.   Latar belakang Inovasi Pendidikan
3.   Ciri-ciri Inovasi Pendidikan
4.   Karakteristik Inovasi Pendidikan
5.   Prinsip-prinsip Inovasi Pendidikan
6.     Alasan urgensi inovasi pendidikan dari aspek ilmiah dan yuridis
BAB II
PEMBAHASAN
A.   Definisi Inovasi Pendidikan
Inovasi adalah memperkenalkan ide baru, barang baru, pelayanan baru dan cara-cara baru yang lebih bermanfaat. Amabile et al. (1996) mendefinisikan inovasi yang hubungannya dengan kreativitas adalah: Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Inovasi kadang pula diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti discovery atau invention (invensi). Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui. Sedangkan invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia. Prof. Dr. Anna Poejiadi (2001) memberikan penjelasan: Secara harfiah to discover berarti membuka tutup. Artinya sebelum dibuka tutupnya, sesuatu yang ada di dalamnya belum diketahui orang. Sebagai contoh perubahan pandangan dari geosentrisme menjjadi heliosentrisme dalam astronomi. Nicolaus Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun guna melakukan pengamatan dan perhitungan untuk menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, bahwa planet-planet lain juga berputar mengelilingi matahari. Kesalahan besar yang ia lakukan adalah bahwa ia yakin semua planet (termasuk bumi dan bulan) mengelilingi matahari dalam bentuk lingkaran. Penemuan ini menggugah Tycho Brahe melakukan pengamatan lebih teliti terhadap gerakan planet. Data pengamatan kemudian membuat Johanes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat. Penemuan ketiga tokoh tersebut merupakan ”discovery”. Sedangkan invent yang dalam kamus didefinisikan sebagai menciptakan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Contoh invention adalah penemuan Thomas Alva Edison (1847-1931), yaitu penemuan perekam suara elektronik, penyempurnaan mesin telegram yang secara otomatis mencetak huruf mesin, mesin piringan hitam, dan pengembangan bola lampu pijar.
Inovasi diartikan penemuan dimaknai sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang baik berupa discovery maupun invensi untuk mencapai tujuan atau untuk memecahkan masalah tertentu. Dalam inovasi tercakup discovery dan invensi.
Kata kunci lainnya dalam pengertian inovasi adalah baru. Santoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992 : 6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru adalah sifat kualitatif yang berbeda dari sebelumnya. Kualitatif berarti bahwa inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali dalam bidang yang mendapat inovasi.
B.   Latar Belakang Lahirnya Inovasi Pendidikan
Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: (i) upaya peningkatan mutu pendidikan; (ii) relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan (iii) tata kelola pendidikan yang kuat. Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional pada waktu yang akan datang.
Atas dasar itu, Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) Balitbang Depdiknas dalam simposium nasional hasil penelitian pendidikan pada tahun 2009 mengangkat peningkatan mutu pendidikan, relevansi, dan penguatan tata kelola sebagai tema.
Simposium nasional penelitian dan inovasi pendidikan tahun 2009 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Puslitjaknov Balitbang Depdiknas sebagai wahana dan wadah untuk menjaring informasi hasil penelitian, pengembangan, dan gagasan inovatif yang bermanfaat dalam memberikan bahan masukan bagi pengambilan kebijakan pendidikan nasional.
Kata inovasi seringkali dikaitkan dengan perubahan, tetapi tidak setiap perubahan dapat dikategorikan sebagai inovasi. Rogers (1983 : 11) memberikan batasan yang dimaksud dengan inovasi adalah suatu gagasan, praktek, atau objek benda yang dipandang baru oleh seseorang atau kelompok adopter lain. Kata “baru” bersifat sangat relatif, bisa karena seseorang baru mengetahui, atau bisa juga karena baru mau menerima meskipun sudah lama tahu.
C.   Ciri-ciri Inovasi Pendidikan
Ciri-ciri inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun menurut ashby 1967 ada empat :
1.  Ketika masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga tugas pendidikan anak sebagian digeser dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke sekolah.
2.  Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan
3.  Adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan ketersediaan buku lebih luas.
4.  Adanya alat elektronika yang bermacam-macam radio, telepon, TV, computer, LCD proyektor, perekan internet, LAN, dsb ).
Keempat perubahan di atas di dunia pendididkan telah menimbulkan banyak masalah, dan untuk itulah kelima teknologi yang dibahas pada point sebelumnya sangat membantu untuk solusi pemecahan. Perubahan pendidikan/sekolah yang dinginkan sekolah sesuai visi dan misinya tentunya sangat tergantung pada lima teknologi tersebut yaitu sistem berfikir, system desain, ilmu pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Sekarang sekolah negeri maupun swasta mulai berusaha keras untuk mengatur kembali sistem pendidikan mereka. Banyak program sekolah yang ditawarkan pada masyarakat baik itu jurusan maupun status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional, akselerasi dan sarana prasarananya. Yang jelas perubahan sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan dari unsur SDM yang berkualitas sehingga mampu berfikir membuat desein pendidikan, punya kiat manajemen yang baik dan tidak gagap terhadap pendidikan. Jadi dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi merupakan okbyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya. Dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan peralatan yang menunjang inovasi pendidikan, sebaliknya SDM dan alat tidak akan berfungsi tanpa digunakan untuk sasaran/tujuan yang pasti dan bermanfaat dimasa datang.
D.   Karakteristik Inovasi Pendidikan
Inovasi pendidikan memiliki 5 (lima) karakteristik yaitu :
1.       Baru, berbeda dari hal atau keadaan sebelumnya
2.       Kualitatif, peningkatan nilai guna dan nilai tambah pada peningkatan mutu
3.       Hal, mencangkup berbagai komponen dan aspek dalam pendidik baik berupa ide, kegiatan/praktek kerja, dan hail produksi
4.       Unsur kesengajaan, dilaksanakan secara terencana
5.       Meningkatkan kemampuan, meningkatkan kemampuan berbagai sumber masukan yang ada dalam pendidikan yang meliputi unsur manusia, kemampuan dana, sarana dan prasarana
Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi:
1.       Keunggulan Relatif (Relative Advantage)
2.       Kompatibilitas (Compatibility)
3.       Kerumitan (Complexity)
4.       Kemampuan Diujicobakan (Trialability)
5.       Kemampuan Untuk Diamati (Observability)
Keunggulan relatif   adalah derajat di mana suatu inovasi dianggap lebih baik/ unggul daripada yang pernah ada. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, dan kepuasan. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.
Kompatibilitas adalah derajat di mana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).
Kerumitan adalah derajat di mana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.
 Kemampuan untuk diujicobakan adalah derajat di mana suatu inovasi dapat diuji coba batas tertentu. Suatu inovasi yang dapat diujicobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi, agar dapat dengan cepat diadopsi, suatu inovasi harus mampu mengemukakan keunggulannya.
Kemampuan untuk diamati adalah derajat di mana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil suatu inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi.
E.      Prinsip-Prinsip Inovasi Pendidikan
1.    Relevance
Inovasi sarana dan prasarana diklat harus berkesuaian dengan kebutuhan dalam penyelenggaraan diklat, terutama dalam penyesuaian-penyesuaian dengan kebutuhan pengembangan pengetahuan dan keterampilan ketenagaan.
2.    Manageable
Inovasi sarana dan prasarna diklat merupakan bagian dalam pengembangan fungsi-fungsi manajemen kelembagaan
3.    Sustainability
Inovasi sarana dan prasarana diklat harus dapat dilihat dari keberlanjutan program
4.    Efficiency
Inovasi sarana dan prasarna diklat memperhatikan unsur efisiensi dalam program kelembagaan, tidak menyebabkan penghamburan-penghamburan dalam pembiayaan dan waktu
5.    Productivity
Inovasi sarana dan prasarana diklat mengacu kepada peningkatan produktivitas kelembagaan diklat dan output
6.    Innovative
Inovasi sarna dan prasarna diklat merupakan bentuk-bentuk hasil pemikiran dan pengembangan-pengembangan yang inovatif
7.    Up to date
Sarana dan prasarana program yang dikembangkan merupakan hal yang terbaru dalam penyelenggaraan diklat.


F.    Alasan urgensi inovasi pendidikan dari aspek ilmiah dan yuridis
Alasan Urgensi  inovasi pendidikan dipandang dari dua aspek yaitu aspek Ilmiah dan Yuridis.
1.     Aspek Ilmiah
Yaitu didasarkan pada kondisi atau kenyataan empiris dilapangan.
2.     Alasan Yuridis
Permasalahan yang bersifat legal yang tercermin dalam GBHN yang menuntut adanya pembaharuan bidang pendidikan sehubungan dengan tujuan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, perluasan kesempatan belajar sampai sekolah tingkat menengah pertama, keserasian antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan pada semua aspek.
a.     Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, yaitu: Pasal 20: Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:
1)      Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
2)      Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Pasal 32 :
1)      Pembinaan dan pengembangan guru meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan karier.
2)      Pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Pasal 34 :
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat.
b.     Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu:
Pasal 19:
1)      Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
2)      Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari pembasan di atas dapat kita mengambil beberapa kesimpulan tentang inovasi pendidikan yaitu :
Inovasi dapat diartikan sesuatu yang “baru”. Santoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992 : 6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru adalah sifat kualitatif yang berbeda dari sebelumnya. Kualitatif berarti bahwa inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali dalam bidang yang mendapat inovasi.
Inovasi pendidikan dilatar belakangi oleh Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saat ini.
Inovasi pendidikan memiliki 5 (lima) karakteristik yaitu :
1.       Baru, berbeda dari hal atau keadaan sebelumnya
2.       Kualitatif, peningkatan nilai guna dan nilai tambah pada peningkatan mutu
3.       Hal, mencangkup berbagai komponen dan aspek dalam pendidik baik berupa ide, kegiatan/praktek kerja, dan hail produksi
4.       Unsur kesengajaan, dilaksanakan secara terencana
5.       Meningkatkan kemampuan, meningkatkan kemampuan berbagai sumber masukan yang ada dalam pendidikan yang meliputi unsur manusia, kemampuan dana, sarana dan prasarana.
Inovasi memiliki prinsip-prinsip seperti Relevance, Manageable, Sustainability, Efficiency, Productivity, Innovative, Up to date.
Kemudian Alasan Urgensi  inovasi pendidikan dipandang dari dua aspek yaitu aspek Ilmiah dan Yuridis.
Aspek Ilmiah Yaitu didasarkan pada kondisi atau kenyataan empiris dilapangan.
Alasan Yuridis yaitu Permasalahan yang bersifat legal yang tercermin dalam GBHN yang menuntut adanya pembaharuan bidang pendidikan sehubungan dengan tujuan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, perluasan kesempatan belajar sampai sekolah tingkat menengah pertama, keserasian antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan pada semua aspek.
B.      Saran
Sebaiknya kita memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi dalam melakukan inovasi, khususnya dalam inovasi pendidikan karena pendidikan tidak terlepas dari teknologi. Serta mencari ide-ide terbaru yang inovatif yang sifatnya membangun demi kemajuan pendidikan khususnya pendidikan di Indonesia sehingga Tujuan Pendidikan Nasional dapat tercapai secara maksimal dan kualitatif.
DAFTAR  PUSTAKA
Rogers, Everett M. 1983. Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.

About Muhamad Amir

Talk Less Do More

Posted on 29 Oktober 2011, in Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: